Al Qanun 11 al-Tibb yang di
Barat dikenal dengan Canons, boleh dikata merupakan 'kitab suci' ilmu kesehatan
pada masanya. Tanpa merujuk ke buku tersebut, ilmu obat-obatan dan farmakologi
dirasakan tidak akan sempurna. Tidak heran bila Ibnu Sina, pengarang buku
tersebut begitu dihargai kejeniusan dan kontribusinya dalam ilmu kedokteran,
sampai sekarang. Bahkan potret Ibnu Sina, hingga kini menjadi salah satu
pajangan dinding besar gedung Fakultas Kedokteran Universitas
Paris.
Ibnun Sina yang memiliki nama lengkap Abu Ali al-Hussein Ibn Abdallah, lahir di Afshana dekat Bukhara (Asia Tengah) pada tahun 981. Pada usia sepuluh tahun, dia telah menguasai dengan baik studi tentang Al Quran dan ilmu-ilmu clasar. Ilmu logika, dipelajarinya dari Abu Abdallah Natili, seorang filsuf besar pada masa itu. Filsafatnya meliputi buku-buku Islam dan Yunani yang sangat beragam.
Ibnun Sina yang memiliki nama lengkap Abu Ali al-Hussein Ibn Abdallah, lahir di Afshana dekat Bukhara (Asia Tengah) pada tahun 981. Pada usia sepuluh tahun, dia telah menguasai dengan baik studi tentang Al Quran dan ilmu-ilmu clasar. Ilmu logika, dipelajarinya dari Abu Abdallah Natili, seorang filsuf besar pada masa itu. Filsafatnya meliputi buku-buku Islam dan Yunani yang sangat beragam.



