Senin, 17 Desember 2012

Kitab Ulum al-Hadits Kontemporer



Pada periode berikutnya (setelah kitab-kitab klasik) para ulama kontemporer pun berlomba menulis kitab ilmu hadis. Jumlahnya, tak terhitung. Saking banyaknya. Dalam kesempatan ini, blog ini hanya akan menyebutkan beberapa saja sebagai bahan referensi bagi pembaca. Berikut ini adalah daftar kita-kitab ulum al-hadis kitab kontemporer:

Kitab Ulumul Hadits Klasik



Selain mengajar lewat lisan, para ulama juga giat menulis. Baik ulama klasik maupun ulama kontemporer. Saling berlomba dalam kebaikan dan menyebarkan manfaat bagi orang lain. Ulama klasik mengawali tulisan-tulisannya dengan bahasa sederhana dan pembahasan yang tidak terlalu lengkap. Lalu, disusul oleh para ulama kontemporer yang melakukan penyempurnaan isi materi buku, maupun dalam bentuk syarah kitab sebelumnya yang dipandang terlalu ringkas.

Pada tulisan ini, kami hendak menyebutkan beberapa kitab yang dikarang oleh para ulama klasik. Yang dimaksud dengan ulama hadis klasik adalah para ulama sebelum masa Ibnu Shalah yang menulis kitab sangat terkenal “Muqaddimah Ibn Shalah.”

Awal Mula Ilmu Hadis



Hadits adalah sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Berbeda dengan al-Qur’an yang seluruhnya diriwayatkan secara mutawatir ( sehingga bersifat Qath’I al-Tsubut ), hadits sebagian besarnya diriwayatkan secara ahad ( sehingga bersifat Zhanni al-Tsubut ). Hal ini menyebabkan validitas sebuah hadits layak dipertanyakan. Apalagi, hadits tidak tertulis seluruhnya pada masa Rasulullah SAW. Penulisan hadits secara resmi dan massal baru dilakukan pada masa khalifah Umar bin ‘Abd al-’Aziz. 

Rentang waktu yang cukup lama antara wafatnya Rasulullah SAW dengan penulisan hadits ditambah dengan periwayatan dari mulut ke mulut, menyebabkan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam periwayatan hadits cukup besar. Di samping itu, banyak juga terjadi pemalsuan-pemalsuan hadits dengan berbagai kepentingan.

24 Lulusan Program Kader Ulama Konsentrasi Ilmu Hadis

Kementerian Agama memberikan beasiswa S2 kepada 24 orang mahasiswa kader ulama. Program yang dberikan adalah konsentrasi Ilmu Hadis, yang ditempatkan di Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta. Selama 2 (dua) tahun dua puluh empat mahasiswa tersebut digembleng berbagai disiplin ilmu agama, khususnya ilmu-ilmu hadis. Apalagi, mereka ditempatkan di asrama Mahasantri Institut Ilmu Al-Quran di Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan.

Pandangan Prof. Quraish Shihab tentang Bid'ah

Bid'ah menjadi tema perbincangan yang amat menarik akhir-akhir ini. Tak jarang diskusi dan "ijtihad" tentang masalah yang satu itu menjadikan satu kelompok menghujat dan mengkafirkan yang lain. Melihat kelompok lain tak lebih dari sekadar mengada-ada dalam Islam dan menilai mereka tak menolak bahwa Islam sudah sempurna. Atau bahkan dianggap menuduh Nabi Muhammad Saw menyembunyikan risalah.

Apa yang dikatakan oleh salah satu ulama ahli tafsir Indonesia tentang masalah bid'ah ini? Berikut ini pendapat beliau yang kami kutip dari buku "1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui".