Senin, 12 Maret 2012

Rasulullah Sang Pendidik


Sebagai seorang guru / pendidik, Rasulullah SAW sangat dekat dan sangat memperhatikan murid-muridnya. Sehabis shalat shubuh, beliau biasa duduk-duduk bersama mereka, beliau tersenyum mendengar murid-muridnya ( para sahabat ) berbicara tentang masa-masa jahiliah, mendendangkan sya'ir, dan tertawa sesama mereka. ( H.R. al-Nasa'i ).

Beliau menasehati murid-muridnya dengan lemah lembut dan menggunakan kata-kata yang tidak menyakitkan hati.

Level - level Fuqaha'


Dalam jagad perulama-an fikih, ada level-level tertentu yang ditetapkan sesuai dengan kapasitas tiap ulama. Level yang mereka miliki pun menentukan posisi dan keistimewaan dalam berpendapat maupun menelurkan produk hukum. Berikut ini adalah level-level ulama fikih:

1. Mujtahid Mustaqil
Mujtahid yang membuat kaidah-kaidah ushul sendiri ( berdasarkan hasil penelitian mereka ), dan membangun hukum-hukum furu' di atas ushul tersebut, seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam al-Syafi'i, dan Imam Ahmad.

Kamis, 01 Maret 2012

Bid'ah-bid'ah Hasanah yang Diakui Ulama


Bid'ah-bid'ah hasanah dalam perkara agama yang diakui oleh para ulama' di antaranya :
1. Membaca al-Qur'an di kuburan ( Hanafiyah, Syafi'iyyah, dan Hanabilah )
2. Membaca al-Qur'an untuk mayat. ( Hanafiyah dan Hanabilah, Imam Ahmad, mutaakhkhirin malikiyah, dan sebagaian syafi'iyyah ).
3. Berkumpul membaca al-Qur'an secara bergiliran. ( Imam Malik, al-Bunani, al-Dusuqi, al-Nawawi, Ibnu Taimiyah ).
4. Membaca al-Qur'an bersama-sama ( al-Nawawi, bahkan beliau menyebutkan ini dibolehkan dan dilakukan oleh ulama' – ulama' utama, salaf dan khalaf ).

Rabu, 22 Februari 2012

Air Mata Rasulullah SAW


Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.


Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.