Rosenthal
menyatakan bahwa metode penulisan sejarah berdasarkan tahun atau yang
dikenal dengan Hawliyat bukanlah temuan sejarawan muslim, karena
sejarawan muslim mengambil inspirasi tentang metode tersebut dari
sejarawan Yunani dan Siryani, namun sayangnya Rosenthal tidak
menyertakan karya asli Yunani dan Siryani yang dijadikan jiplakan oleh
sejarawan muslim karena menurutnya tidaklah penting untuk mengetahui buku apa secara pasti yang mempengaruhi sejarawan Arab tentang metode ini.
Selasa, 11 Juni 2013
Rabu, 09 Januari 2013
Posisi Isnad > Bantahan terhadap Schacht dan Juynboll
1- 'isnad sudah berlangsung sejak masa Nabi. Hal ini membantah Schacht dan Juynboll bahwa 'isnad adalah produk abad kedua.
2- Varian 'isnad yang dimunculkan al-Nasai merupakan kelebihan kitab
ini, sehingga dapat ditelusuri jalur yang paling terpercaya (ashahh).
3- Metode yang diberlakukan al-Nasai dengan memfokuskan pada persoalan
yang sedang beredar waktu itu dan memposisikan hadis berdasarkan
kualitasnya merupakan ciri khusus kitab ini yang bahkan tidak ditemukan
dalam dua kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.
* wa al-Hamdu li Allah
Ditulis
oleh: Fatihunnada Anis, MA (Kader Ulama Kemenag, Mhsw Pascasarjana UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta)
Literarur Hadis Abad III Hijriah
a. Muwaththa', Sunan, Mushannaf, Jami' dan Musnad
Babak baru format literatur hadis pasca tadwin ditandai dengan masa tashnif, yang dapat diklasifikasikan dalam dua sistem, yaitu pertama, penulisan yang berdasarkan tema. Kedua, penulisan berdasarkan susunan nama shahabat atau tokoh tertentu. Dari sini, setidaknya terlihat lima macam kitab hadis yang memiliki karakteristik masing-masing, baik dari segi sumber, tujuan atau cakupan permasalahannya. Yaitu: muwaththa', mushannaf, sunan, jami' dan musnad.
Senin, 31 Desember 2012
تخريج الحديث : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ
﴿سنن النسائي/ كتاب
الطهارة/ باب السواك إذا قام من الليل ﴾
نص الحديث
أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ
إِبْرَاهِيمَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ ، عَنْ جَرِيرٍ ، عَنْ مَنْصُورٍ ، عَنْ
أَبِي وَائِلٍ ، عَنْ حُذَيْفَةَ ، قَالَ : "كَانَ رَسُولُ اللَّهِ إِذَا
قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ"
تخريج الحديث
هذا الحديث أخرجه:
تخريج الحديث : رَهَنَ دِرْعَهُ عِنْدَ أَبِي الشَّحْمِ الْيَهُودِيِّ
﴿مسند الشافعي/ كتاب البيوع﴾
نص الحديث
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ
مُحَمَّدٍ ، وَغَيْرُهُ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، أَنّ
النَّبِيَّ " رَهَنَ دِرْعَهُ عِنْدَ أَبِي الشَّحْمِ الْيَهُودِيِّ "
تخريج الحديث
هذا الحديث أخرجه:
·
البخاري ف الصحيح، كتاب
الرهن، باب من رهن درعه بلفظ "أن النبي صلى الله عليه و سلم اشترى من يهودي
طعاما إلى أجل ورهنه درعه"
Langganan:
Postingan (Atom)