Jumat, 03 Februari 2012

Kitab Kontemporer dalam Ilmu Hadis


Sebagaimana disinggung di tulisan sebelumnya, bahwa periodesasi kitab klasik adalah kitab-kitab yang ditulis sebelum kitab Ibnu Shalah (577-643 H). Ciri-ciri hadits kontemporer adalah metode penulisannya yang lebih rapi, runtut, dan membahas hampir seluruh cabang ilmu hadits. Selain itu, tak disebutkan lagi sanad-sanadnya.

Memang, sebelum Ibnu Shalah muncul dengan karyanya, banyak pula ulama yang menulis terkait kajian dalam ilmu hadis setelah al-Khattabi. Namun, kesemuanya itu-menurut Abu Bakr bin Nuqthah—bisa dibilang masih satu kelompok dengan karya al-Khattabi. Hingga muncullah Ibnu Shalah dengan karya yang berbeda dengan yang telah ada sebelumnya.

Inilah mungkin yang jadi alasan kitab Ibnu Shalah itu disebut sebagai kitab pertama dalam periode kontemporer.[KHO]

[Kitab] Al-Kifayah Fi Ilm ar-Riwayah, Al-Khatib Al-Baghdadi (463H)


Nama Kitab: Al-Kifayah Fi Ilm ar-Riwayah
Penulis   : Al-Khatib Al-Baghdadi
Jml. Hlm   : 457 halaman

Kitab al-Kifayah membahas banyak  persoalan dalam ilmu hadits antara lain masalah kehujjahan hadits, Musthalahat al-Muhadditsin (ini dibicarakan secara singkat), Tahammul dan ‘Ada’, dan yang paling banyak dibicarakan adalah kaidah-kaidah dalam menerima atau menolak suatu riwayat. Ini sesuai dengan judul kitabnya “Al-Kifayah fi ‘Ilm ar-Riwayah. Di antara hal baru yang ditulis oleh al-Khatib—yang belum ditulis oleh ulama’ hadits sebelumnya—adalah pembagian hadits menjadi mutawatir dan Ahad. [KHO]

[Kitab] Mustakhraj, Abu Nu’aim al-Asbahani (430 H)


Kitab ini termasuk dalam kategori kitab klasik dalam ilmu hadis.

Bisa dibilang Imam al-Asbahani hanya sekadar menambahi apa yang tidak disebutkan oleh al-Hakim dalam kitab sebelumnya. Kitabnya diberi nama Mustakhraj.

Tidak ada penjelasan lebih lanjut terkait buku ini, karena penulis belum menemukan naskahnya dalam bentuk cetak ataupun dalam bentuk digitalnya. [KHO]

[Tokoh] Al-Hakim An-Naisabury


Nama Lengkap:
Abu Abdullah Muhammad bin Muhammad bin Hamdawaih an-Naisabury (w. 321 H)

Dalam kitab "Ma'rifat Ulum al-Hadis", Muhaqqib kitab ini menyebut al-Hakim adalah bapak pertama ilmu musthalah hadis. Sementara Ibnu Shalah adalah bapak kedua.

Kapasitasnya dalam mencari hadis tak diragukan lagi. Ia sudah melakukan perjalanan ke Irak dalam usia yang terbilang sangat muda. Sejak berumur 20-an. Lalu menunaikan ibadah haji, dan menuju ke Khurasan. Dalam perjalanan mencari ilmu, Al-Hakim telah belajar pada sekitar 2000 syaikh.

Ma’rifat Ulum al-Hadis [Al-Hakim an-Naisabury (405H)]


Nama Kitab: Ma’rifat Ulum al-Hadis Wa Kammiyatu Ajnasihi
Penulis   : Al-Hakim Muhammad bin Abdullah an-Naisabury
Tahqiq   : As-Saji dan Taqi bin Shalah
Jml. Hlm   : 734 halaman (termasuk Tahqiq)
Penerbit   : Darul Ibnu Hazm, Beirut
Cetakan   : Pertama, 2003 M

Kitab ini disebut-sebut sebagai kitab kedua dalam sejarah perbukuan ilmu musthalah hadis. Memang, ar-Ramahurmuzy menulis lebih awal, tapi beliau tak menulis secara lengkap sebua bidang kajian ilmu hadits. Sementara, dalam kitabnya, Imam Hakim menuliskan 50 pembahasan dalam Ilmu Hadis. Akan tetapi, model penulisannya tidak runtut dan tidak rapi.

Sebagai dua bapak dalam ilmu mustahlah hadis (menurut muhaqqib kitab), para ulama akan selalu membandingkan kedua kitab mereka.