Kamis, 09 Februari 2012

Merumuskan Visi, Misi dan Tujuan Pesantren


Disusun Oleh: Moh. Shorih Al Kholid
Dosen Pengampu: Prof. DR. Jaih Mubarok, MA

A. Pendahuluan
Pesantren merupakan salah satu jenis pendidikan Islam di Indonesia yang bersifat tradisional untuk mendalami ilmu agama Islam dan mengamalkan sebagai pedoman hidup keseharian. Pesantren telah hidup sejak lama, bangkan telah menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat Muslim.
Pesantren telah diakui sebagai lembaga pendidikan yang telah ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada masa kolonialisme berlangsung, pesantren merupakan lembaga pendidikan agama yang sangat berjasa dalam mencerahkan dunia pendidikan. Tidak sedikit pula pemimpin bangsa yang ikut berjuang memerdekakan negara Kesatuan Republik Indonesia dan memplokramirkan kemerdekaannya, adalah alumni pesantren, atau setidak-tidaknya pernah nyantri di pesantren.
Sekarang, seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan permasalahan yang bertambah kompleks, kontribusi pesantren masih terus diharapkan. Dengan tantangan dan tuntutan yang jauh berbeda, pesantren harus terus melakukan semangat terbarukan—seperti slogannya Pertamina—dengan berbagai sumbangan pemikiran maupun dalam upaya peningkatan sumber daya manusia.

UAS Hari Kedua, Ilmu Mukhtalaf Hadis

Hari kedua UAS adalah mata kuliah Ilmu Mukhtalaf Hadis. Mata Kuliah yang diampu Prof. DR. Ahmad Munif Surtamaputra ini menjadi tantangan kami setelah di hari sebelumnya ada mata kuliah Kritik Matan Hadis.

Dalam soalnya, sesuai dengan "petunjuk" sebelumnya, DR. Munif memberikan tugas bagi tiap kami untuk menuliskan makalah (tanpa buka buku-laptop) tentang mukhtalaf hadis. Tak tanggung-tanggung, dua tema permasalahan hadis menjadi tugas yang harus kami selesaikan 2 jam pagi itu.

Makalah yang harus kami tuliskan pagi itu harus memenuhi syarat, antara lain:
- Bukan tugas yang telah diberikan oleh beliau sebelumnya selama masa kuliah
- Temanya berhubungan dengan hukum-hukum syariah praktis.

Manajemen dan Gaya Kepemimpinan Pesantren



Ditulis oleh : Andi Kaimuddin
  
Manajemen dan Gaya Kepemimpinan Pesantren

A.    Pendahuluan


Dunia Pesantren telah ada sejak ratusan tahun lalu, dan selama itu telah terbukti berhasil membentuk pribadi-pribadi manusia yang berahlakul karimah, baik, bermanfaat bagi masyarakat sekelilingnya, mandiri dan tidak mudah goyah dalam mengarungi kehidupan. Hal demikian tak akan tercapai kecuali dengan melaksanakan system manajemen dan administrasi yang baik. Dahulu orang belum mengenal istilah-istilah ilmu manajemen dan administrasi secara teoritis namun dalam tataran praktek sudah direalisasikan meskipun dalam bentuk yang sangat sederhana.  
Seiring dengan perkembangan zaman yang sangat pesat, dunia pesantren mulai membenahi diri dengan meningkatkan kwalitas manajemen dan administrasi  agar tidak ketinggalan dan terbelakang. Dalam tulisan ini akan dipaparkan pembahasan ringkas tentang manejemen, administrasi dalam tataran kepesantrenan, serta beberapa gaya kepemimpinan dalam pesantren.

Rabu, 08 Februari 2012

تفسير أيات الأحكام وأحاديثها في الخمر

تفسير أيات الأحكام وأحاديثها في الخمر


جمعه ورتبه : فاتح الندى و أندى قيم الدين

تحت إشراف: الأستاذة الدكتورة الحاجة خزيمة توحيد ينجو

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على الرسول الأمين وآله وصحبه أجمعين، أما بعد.
واعلم أن هدف الدين في المقام الأول سلامة الضرورات الخمس التي لا يستغني عنها الإنسان: سلامة النفس، وسلامة العرض، وسلامة المال، وسلامة العقل، وسلامة الدين. وكل التشريعات تدور حول سلامة هذه الضرورات الخمس، ولو نظرت إلى هذه الضرورات تجد أن الحفاظ عليها يبدأ من سلامة العقل، فسلامة العقل تجعله يفكر في دينه. وسلامة العقل تجعله يفكر في حركة الحياة. وسلامة العقل تجعله يحتاط لصيانة العرض. إذن فالعقل هو أساس العملية التكليفية التي تدور حولها هذه المسألة، والحق سبحانه وتعالى يريد ألا يخمر الإنسان عقله بأي شيء مُسكر. حتى لا يحدث عدوان على هذه الضرورات الخمس[1].
و في هذا البحث الموجز سيذكر الكاتبان تمهيد البحث ويحتوي على تعريف الخمر، حكمه وحكمة تحريمه التشريعية ثم ذكر بعض الأيات الكريمة والأحاديث الشريفة تدل على ذلك. وما وجدنا فيه من الصواب فهو من عند الله، وما من الخطأ فمن نفس الكاتبان. ولذا نرجو الإصلاح والاقتراح من القارئ ليكون هذا البحث نافعة للجميع.

Selasa, 07 Februari 2012

تفسير أيات الأحكام وأحاديثها في الوصية


جمعه ورتبه : محمد نور خازن & نور واحد

تحت إشراف: الأستاذة الدكتورة الحاجة خزيمة توحيد ينجو

بسم الله الرحمن الرحيم
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا (1) قَيِّمًا لِيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا (2) مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا (3) وَيُنذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا (4) مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلا لآبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلا كَذِبًا (5) الكهف . شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُوْلُوا الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ(18) آل عمران.
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ (9) الصف.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (56) الأحزاب .